Honorer Pamer Stiker Prabowo Dikeluarkan, BPN Singgung Deklarasi Kepala Daerah

      Comments Off on Honorer Pamer Stiker Prabowo Dikeluarkan, BPN Singgung Deklarasi Kepala Daerah

Honorer Pamer Stiker Prabowo Dikeluarkan, BPN Singgung Deklarasi Kepala Daerah

Jakarta – Enam guru honorer yang berpose dua jari sekalian menggenggam stiker Prabowo-Sandi dikeluarkan oleh Pemprov Banten. Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno menyentuh kepala daerah yang memberi suport politik ke tim 01.

“Gampangnya pegawai dikeluarkan, serta sesaat kepala daerah bebas mengekpresikan suport politik sangat tragis,” tutur jubir BPN Suhud Alynudin waktu dihubungi, Kamis (21/3/2019).

Simak juga: Guru Honorer Banten yang Dikeluarkan Pamer Stiker Prabowo-Sandi di Sekolah

Suhud menjelaskan gampangnya pegawai yang dikeluarkan sebab pilihan politik, bisa memunculkan perasaan ketidakadilan. Menurut dia, perihal ini karena banyak kepala daerah yang dengan cara langsung mengatakan supportnya pada salah satunya pihak.

“Masalah gampangnya pegawai di lingkungan pemerintah dikeluarkan sebab sikap politik, akan makin menyebabkan perasaan ketidakadilan di penduduk. Sebab di lain sisi banyak kepala daerah, walau dengan fakta cuti, mengatakan suport pada paslon calon presiden 01 dengan demonstratif serta disebarkan di sosial media,” kata Suhud.

“Perihal ini otomatis mempertontonkan ketidakadilan,” sambungnya.

Ia menyebutkan perihal ini bisa memunculkan perlawanan pada penduduk serta aparat. Hingga menurut dia, keadaan ini butuh diprediksi.

Baca Juga : Ada 669.737 Pemilih Urus Dokumen Geser TPS

“Berikut yang lalu menyebabkan perlawanan terbuka dari penduduk pada aparat dan kepala daerah. Seperti lagu yang sering dikumandangkan pemirsa sepak bola, terahadap institusi kepolisian yang minta untuk berlaku adil. Keadaan ini bila tidak diprediksi pasti tidak baik buat kehidupan sosial kita,” kata Suhud.

Awal mulanya, Enam guru honorer yang berpose dua jari sekalian menggenggam stiker Prabowo-Sandi dikeluarkan oleh Pemprov Banten. Keenamnya dikeluarkan dari tenaga honorer guru SMA 9 Kronjo, Tangerang, sebab berpose sekalian memajang photo Prabowo-Sandi di ruangan guru.

“Photo di ruangan guru. Jadi ini kan kegiatan politik praktis. Fotonya di sekolah; serta ke-2, yang berkaitan memakai atribut pemerintah, termasuk juga upahnya dari pemerintah dari APBD,” kata Kepala Tubuh Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin pada detikcom di Serang, Banten, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, ke enam guru mengakui memperoleh stiker Prabowo-Sandi dari seorang. Sebab ingin coba handphone baru, mereka langsung ambil photo sekalian pose dua jari serta menggenggam stiker. Walau sudah dikeluarkan, Bawaslu Banten mengatakan masih akan minta info ke enam guru. Bawaslu menjelaskan pihaknya bukan sekedar mengecek pelanggaran netralitas, tapi pun memahami hal-hal lain dalam masalah itu