Sandi Takjub Ada Pesantren di Jember Dapat Swasembada Pangan 

      Comments Off on Sandi Takjub Ada Pesantren di Jember Dapat Swasembada Pangan 

Sandi Takjub Ada Pesantren di Jember Dapat Swasembada Pangan

Jember – Calon wakil presiden nomer urut 02, Sandiaga Uno, mengakui mengagumi akan pesantren Bustanul Ulum di Puger, Kabupaten Jember. Pesantren yang berdiri semenjak 1890 ini di pimpin oleh KH Syamsul Arifin. Menurut Sandi, instansi pendidikan agama ini bisa saja contoh pesantren yang dapat lakukan swasembada pangan.

Dikatakannya, sebagian besar yang dikonsumsi beberapa santri serta keluarga di sini adalah hasil kebun dari lokasi pesantren, salah satunya agung, beras, serta ikan.

“Pesantren lebih dari sebatas tempat menuntut pengetahuan. Tetapi ikut aplikasi dari hidup mandiri. Berdiri di kaki sendiri. Menurut Pak Kiai Syamsul Arifin, semua yang dikonsumsi santri serta keluarga adalah hasil produksi yang dibudidayakan di pesantren. Ini membuat saya takjub. Ini adalah contoh swasembada pangan,” jelas Sandi seperti diambil dalam tercatat dari Team Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, bila diurus dengan baik, Indonesia dapat juga seperti pesantren-pesantren yang lain di Indonesia yang mengurus sendiri keperluan intinya. Diungkapkannya, ini adalah contoh yang baik ini dapat ditiru dalam mengurus negara.

“Mereka tidak tergantung pada fluktuasi harga di luar. Kami, Prabowo Subianto serta Sandi Uno, ingin bangsa ini dapat berdiri dengan sendiri, tidak bergantung pada seorang luar. Bangsa ini kaya serta melimpah tidak cuma sumber daya alam, tetapi ikut tenaga kerjanya. Tahun 2020 kita akan memperoleh bonus demografi, bila ini tidak dibenahi saat ini, bangsa ini cuma akan jadi pemirsa bukan pemain,” tutur Sandi.

Baca Juga : Jokowi Ingin Tabok Penebar Hoaks PKI

Dalam obrolannya dengan KH Syamsul Arifin, kemandirian pesantren bertambah komplet bila dapat ada daya pilihan.

“Barusan Pak Kiai minta jalan keluar dalam permasalahan listrik ini. Ada jalan keluarnya dengan memakai daya surya. Bila telah tercukupi daya di pesantren, keunggulan tenaganya akan dikasihkan pada penduduk seputar, ini esensi Islam rahmatan lilalamin, Islam yang memberi karunia pada semesta alam,” tutup Sandiaga.