Ini Pertimbangan Bawaslu Hentikan Laporan Iklan Rekening Jokowi 

      Comments Off on Ini Pertimbangan Bawaslu Hentikan Laporan Iklan Rekening Jokowi 

Ini Pertimbangan Bawaslu Hentikan Laporan Iklan Rekening Jokowi

Jakarta – Bawaslu akan memutuskan hentikan perlakuan laporan iklan rekening Joko Widodo-Ma’ruf Amin di alat bikin nasional.

“Menindaklanjuti dengan minta info/klarifikasi beberapa pelapor, saksi-saksi, pakar KPU serta terlapor dalam perihal ini Team Kampanye Nasional (TKN) paslon 01, dari mulai tanggal 23 Oktober 2018 s/d tanggal 6 November 2018,” tutur anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

Pemungutan ketetapan ini menurut Ratna diambil bersama dengan pihak Gakkumdu. Ketetapan ikut diambil berdasar pada bahasan yang sama dengan mekanisme serta ketentuan Bawaslu.

Ratna menjelaskan dalam kontrol, pihak alat bikin tidak kooperatif sebab menutupi pihak pemesan iklan. Akan tetapi, Ratna menjelaskan pihaknya tahu pemesan iklan adalah team kampanye Jokowi-Ma’ruf.

“Jika dalam proses perlakuan itu, pihak Harian Alat Indonesia menjadi pihak yang menerbitkan iklan, sudah berlaku tidak kooperatif dengan sembunyikan siapa yang lakukan pemesanan iklan,” kata Ratna.

“Akan tetapi, berdasar pada info pihak lainnya, didapati jika pemesanan iklan itu dikerjakan olen Team Kampanye Nasional pasangan capres serta wapres nomer urut 01, walau belumlah didapati dengan jelas siapa person atau nama pemesannya,” sambungnya.

Dalam perlakuan laporan, Bawaslu ikut menyebut TKNI yang di hadiri anggota team advokasi serta hukum TKN, Nelson Simanjuntak. Tapi Nelson dalam kontrol tidak mengatakan pihak yang bertanggungjawab dalam pemasangan iklan.

“Saat kami menyebut pihak TKN serta yang ada pada saat itu ialah bapak Nelson Simanjuntak bekas komisioner Bawaslu periode 2012-2017. Info yang dikatakan jika memang TKN lakukan pemesanan pada iklan tetapi tidak dijelaskan siapa yang bertanggungjawab langsung pada pemesanan itu,” kata Ratna.

Dalam kontrol, KPU menjadi pakar mengatakan iklan itu adalah bentuk kampanye pemilu yang semestinya belumlah bisa dikerjakan. Akan tetapi, KPU belumlah keluarkan ketetapan berkaitan agenda kampanye.

“Jika pihak KPU waktu diminta info oleh Bawaslu, mengatakan jika iklan di Harian Alat Indonesia edisi Rabu, itu adalah kampanye Pemilu. KPU mengatakan kampanye yang dikerjakan sebelum tanggal 24 Maret 2019 samapai 13 April 2019 tidak bisa dikerjakan,” kata Ratna.

“Akan tetapi Ketetapan KPU, KPU Propinsi serta KPU Kabupaten/Kota mengenai agenda kampanye di mass media belumlah ada,” sambungnya.

Menurut Ratna, berdasar pada analisis yang dikerjakan Bawaslu akan memutuskan iklan itu adalah kampanye di luar agenda. Namun kepolisian serta kejaksaan mengatakan, iklan itu bukan adalah tindak pidana pemilu.

Baca Juga : Sandiaga Buat Panduan Melakukan bisnis ke Entrepreneur Warkop di Makassar

“Bawaslu berdasar pada hasil analisis menyimpulkan jika iklan di Harian Alat Indonesia Edisi Rabu, 17 Oktober 2018 adalah kampanye di Iuar agenda. seperti ditata dalam Ketentuan KPU Nomer 7 Tahun 2017 seperti dirubah paling akhir dengan Ketentuan KPU Nomer 32 Tahun 2018. Sesaat kepolisian serta kejaksaan mempunyai rangkuman jika momen yang dilaporakan bukan adalah tindak pidana pemilu,” katanya.

Selain itu, Anggota Satgas Direktorat TPUL Jampidum Kejagung, Abdul Rauf mengatakan opini jika iklan itu mematuhi Undang-undang Pemilu. Sebab belumlah terdapatnya surat ketentuan dari KPU berkaitan agenda kampanye.

“Sebab jika kita sama dengan etika yang ditata masalah 492, nah itu tidak lakukan tindak pidana. Sebab selama belumlah ada surat ketentuan bahasanya disana, belumlah diputuskan KPU, KPU propinsi, KPU kabupaten/kota. Dengan hukum masalah itu tidak dilanggar, dengan hukum,” kata Abdul.