Ahmad Dhani Tidak Memprovokasi, Itu Masukan pada Polisi 

      Comments Off on Ahmad Dhani Tidak Memprovokasi, Itu Masukan pada Polisi 

Ahmad Dhani Tidak Memprovokasi, Itu Masukan pada Polisi

Jakarta – Pengacara Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian menyebutkan pengakuan client-nya saat diputuskan terduga masalah pencemaran nama baik oleh Polda Jawa timur bukan hasutan. Ahmad Dhani, kata Aldwin, cuma lakukan masukan pada polisi yang dipandang terlalu berlebih menindaklanjuti masalah yang menjeratnya.

“Itu masukan, bukan hasutan,” kata Aldwin, Minggu (21/10/2018). Aldwin menyikapi pengakuan Kabid Humas Polda Jawa timur Kombes Frans Barung Mangera yang menyebutkan pengakuan Ahmad Dhani saat diputuskan terduga masalah pencemaran nama baik menjadi usaha hasutan serta akan memunculkan permasalahan baru.

Aldwin lantas menuturkan tujuan sikap terlalu berlebih dari polisi yang dikritik Dhani. Berarti, mesti ada perlakukan yang adil pada tiap-tiap masalah serta masalah yang dilaporkan ke polisi.

“Mesti equal treatment dari tiap-tiap masalah yang ada. Ingin siapa yang memberikan laporan serta siapa yang dilaporkan perlakuannya mesti sama,” katanya.

Dhani memang sudah sempat heran saat diputuskan jadi terduga masalah pencemaran nama baik. Lantas keluarkan pengakuan dengan menyebutkan ‘ini negara cebong atau negara Pancasila’.

“Itu lah yang disebut jika ‘negara ini Pancasila ataulah bukan?’, jika Pancasila pasti mesti equal treatment, perlakukan masalah yang satu pada yang lain sama. Bukan (hasutan) itu masukan,” tutur Aldwin meluruskan tujuan Dhani.

Dhani langsung lakukan perlawanan saat diputuskan terduga. Ia heran ketidaksukaannya dalam satu perihal yang jelek dipandang menyalahi ketentuan. Menurut dia, negara tidak bisa melarang masyarakatnya membenci perihal yang jelek.

Baca Juga : Team Jokowi Sindir Sudirman Said yang Tidak Dapat Rebut Saham Freeport

“Kok dilarang membenci suatu yang jelek????” tutur Ahmad Dhani pada wartawan, Kamis (18/10).

“Ini negara cebong atau negara Pancasila?” sambungnya.

Barung juga memandang pengakuan Dhani itu menjadi usaha hasutan serta akan memunculkan permasalahan baru. “Kami telah baca di sejumlah alat, yang berkaitan memunculkan perihal baru serta kami sesalkan sebab beberapa kata yang berkaitan berupaya memprovokasi Polri,” tutur Barung di Mapolda Jawa timur, Jumat (19/10).