Otoritas Singapura Membantu Pengembalian Eddy Sindoro ke Indonesia 

      Comments Off on Otoritas Singapura Membantu Pengembalian Eddy Sindoro ke Indonesia 

Otoritas Singapura Membantu Pengembalian Eddy Sindoro ke Indonesia

Jakarta – KPK menyebutkan Eddy Sindoro yang berstatus terduga semenjak 2016 sudah menyerahkan diri. Akan tetapi, KPK menyebutkan ada peranan otoritas Singapura dibalik itu.

“Proses pengembalian ini pula dibantu oleh otoritas Singapura,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo pada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Akan tetapi, Agus tidak menuturkan dengan detil tempat serta waktu Eddy menyerahkan diri. Ia cuma mengatakan penyerahan diri Eddy ini dibantu oleh beberapa pihak seperti Polri, kedutaan, imigrasi, sampai info penduduk.

“Terduga ES (Eddy Sindoro) sudah menyerahkan diri ke KPK serta karena pertolongan dari beberapa lembaga, yakni kedutaan, Polri, serta imigrasi, dan info dari penduduk yang dikatakan pada kami,” tutur Agus.

Masalah yang menyertakan Eddy ini bermula dari suap pada bekas panitera di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution yang terima uang suap dari Doddy Ariyanto Supeno sebesar Rp 100 juta pada April 2015. Dari suap Rp 100 juta itu, tersingkap ‘dagang perkara’ di PN Jakarta Pusat yang beruntun.

Uang suap, berdasar pada bukti di persidangan, dimaksud sejumlah keseluruhan Rp 1,5 miliar yang didapati dari terdapatnya pengeluaran PT Paramount Enterprise. Uang itu diperuntukkan untuk menampung keinginan revisi redaksional jawaban dari PN Jakarta Pusat untuk menampik mengajukan eksekusi kelanjutan Raad Van Justice Nomer 232/1937 tanggal 12 Juli 1940.

Baca Juga : Kami Bersaing Sehat

Mengenai uang Rp 100 juta yang diambil alih saat OTT KPK yakni berkaitan pengurusan penundaan aanmaning atas putusan Arbitrase di Singapura lewat Singapore International Arbitration Sentre (SIAC) Nomer 178/2010.

Setelah itu, Edy Nasution ikut dapat dibuktikan terima USD 50 ribu serta Rp 50 juta untuk pengurusan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) PT Acros Asia Limiterd (AAL). Walau sebenarnya, batas waktu mengajukan PK telah habis. Edy sekarang sudah divonis 8 tahun penjara.

Dalam perubahannya, KPK mengambil keputusan entrepreneur Eddy Sindoro menjadi terduga. Pengumuman status terduga Eddy ini dikerjakan pada Desember 2016. Ia disangka memberi suap pada Edy Nasution supaya peninjauan kembali yang ia kemukakan di terima.