Tunggak Upah Luis Milla, PSSI Punya potensi Diberi hukuman FIFA

      Comments Off on Tunggak Upah Luis Milla, PSSI Punya potensi Diberi hukuman FIFA

Tunggak Upah Luis Milla, PSSI Punya potensi Diberi hukuman FIFA

Jakarta – PSSI punya potensi memperoleh sangsi dari FIFA bila tidak selekasnya melunasi upah pelatih Tim nasional Indonesia Luis Milla. Juga tanggungan sewa rumah yang ditalangi Milla.

Komite Eksekutif PSSI buka tunggakan upah Luis Milla saat tiga bulan dengan nilai Rp 6,9 miliar. Sumber juga mengatakan bila PSSI tidak membayar sewa rumah Milla di Bali sampai pelatih dari Spanyol itu mesti menalangi cost mulai Februari sampai Agustus.

PSSI menanggapi dengan tengah berkomunikasi dengan Milla untuk perpanjang kontrak satu tahun lagi. PSSI menyebutkan pelatih dari Spanyol itu belumlah memberi jawaban.

Pengakuan PSSi melalui sekjen Ratu Tisha Destria itu dimentahkan sumber dengan menyebutkan sampai sekarang ini tidak ada komunikasi dengan si pelatih. PSSI juga tidak membawa bicara Milla untuk mengemukakan kemauan meningkatkan kontrak sebelum Milla tinggalkan Indonesia.

PSSI bersikeras masih tetap perlu waktu untuk memberikan keyakinan Milla serta memberikan waktu sampai 15 September.

Pemerhati sepakbola nasional, Akmal Marhali, menilainya PSSI semestinya jujur pada publik masalah keadaan itu.Diluar itu, PSSI masih harus membayar hutang sebagai hak Milla.

“Utang itu bahkan juga dapat membuat PSSI diberi hukuman FIFA. Jika, PSSI tidak punya niat perpanjang kontrak Luis Milla. Semua keharusan mesti selekasnya dituntaskan. Dari mulai utang serta fasilitas rumah yang belumlah dibayarkan,” tutur Akmal waktu dihubungi, Rabu (12/9/2018).

Baca Juga : Messi Dinanti Jersey Argentina Nomer 10

Menurut Akmal bila PSSI tidak selekasnya merampungkan tunggakan itu, bukan tidak mungkin Milla akan melaporkannya pada FIFA. Hal tersebut akan membuat PSSI disanksi oleh federasi sepakbola dunia itu.

“Terpenting ini untuk dituntaskan selekasnya. Bila tidak, permasalahannya dapat panjang. Milla bisa jadi melapor ke FIFA serta PSSI tentunya akan terkena sangsi,” tutur dia.

“PSSI harus menjadi contoh anggotanya (club). Banyak club yang tidak bayar upah pemain. Lantas pemain melapor ke FIFA serta pada akhirnya memperoleh sangsi berbentuk denda serta pengurangan point. Bukan tidak mungkin itu akan berlangsung juga ke PSSI,” kata Akmal.

“Serta, ini akan membuat murwah PSSI jatuh. Baik, di mata anggota ataupun dunia. Saat drama selalu dimainkan serta tercium publik ini satu kebohongan akan menyusahkan PSSI memperoleh trust dari penduduk. Walau sebenarnya, mengawasi trust ialah pekerjaan utama PSSI. Itu salah satunya program utama dalam keterhubungan reformasi tata kelola sepakbola nasional,” dia menyatakan.

“Mesti diingat juga Luis Milla itu pelatih profesional. Bekas pemain profesional di club besar (Barcelona serta Real Madrid) serta pelatih tim nasional Spanyol U-19. Berarti, bicara profesional publik semakin lebih yakin pada Luis Milla dibanding PSSI,” tutur dia.