KPK Papar Susahnya Bangun Jujur dan berkarakter kuat untuk Berantas Korupsi

      Comments Off on KPK Papar Susahnya Bangun Jujur dan berkarakter kuat untuk Berantas Korupsi

KPK Papar Susahnya Bangun Jujur dan berkarakter kuat untuk Berantas Korupsi

Semarang – Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengutarakan perihal sangat susah untuk memberantas korupsi bukan waktu lakukan penangkapan tetapi antisipasi yakni bangun budaya jujur dan berkarakter kuat.

Alexander mengutarakan hal tersebut waktu memberi materi di universitas Fakultas Hukum Undip Semarang dalam acara roadshow Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) bersama dengan detikcom.

Dalam materinya, Alexander menyampaikan jujur dan berkarakter kuat serta kejujuran mesti diawali pra sekolah bermakna dari keluarga. Akan tetapi hasil dari survey yang sempat dikerjakan KPK, nyatanya baru 5 % ibu yang mengajari kejujuran pada anaknya.

“Bangun budaya jujur dan berkarakter kuat itu sangat susah. Menjadi bukan sekedar OTT,” kata Alexander di ruangan H 304-305 Fakultas Hukum Undip, Rabu (12/9/2018).

Di Denmark, ia memberikan contoh, pada umur sekolah awal anak-anak di ajarkan kejujuran bukan baca atau catat. Oleh karenanya negara itu dapat jadi yang paling atas bebas dari korupsi.

“Utamanya ciri-ciri, budaya jujur butuh dibuat. Disana sekolah awal tidak dituntut baca atau catat, di Indonesia itu (baca catat) menjadi prasyarat,” pungkasnya.

“Tipikal orang-tua jaman saat ini lebih takut nilai matematika anaknya bisa 5,” tambah Alexander.

Ia juga berpesan pada semua petinggi diantaranya kepala daerah supaya bersih atau mesti menepati janji kampanyenya. Alexander menyatakan sekarang telah memonitor kepala daerah yang disangka korup serta tinggal menanti kelengahannya.

Baca Juga : Kreatifitas Itu Mahal

“Apakah 171 kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah tempo hari dapat hasilkan pemimpin berintegerits? Jika tidak dapat ya lagi-lagi KPK akan OTT,” tegasnya.

Dalam Road Show BHACA di Undip, Waka Departemen Penelitian serta Design detikcom, Erwin Dariyanto menyampaikan peranan media cukuplah terpenting dalam pemberantasan korupsi yakni menjadi kontorl sosial.

“Yang diketemukan berita OTT selalu, manakah berita pencegahannya? Sebetulnya kita seringkali telah beritakan,” kata Erwin.

Ia memberikan contoh saat ada gagasan bangun gedung baru DPR RI dengan argumen gedung lama miring, walau sebenarnya rencana angaran jadi sangat riskan untuk dikorupsi. Kabar berita masalah rumor itu dan klarifikasi dengan pihak berkaitan santer dikerjakan.

“Kita bertanya Kementrian PU, mungkin tidak miring begitu? Mustahil, tentu ambruk. Lewat kabar berita itu dari penduduk antikorupsi serta media, gagasannya tidak menjadi,” tutur Erwin.

Acara road show itu dikemas dalam diskusi musikalisasi anti-korupsi, menjadi untuk memeriahkan acara, Alexander bernyanyi lagu Bento sebelum acara selesai menjadi pesan supaya tidak jadi Bento.