Presiden Club Membawa Pistol ke Lapangan Memohon maaf

      Comments Off on Presiden Club Membawa Pistol ke Lapangan Memohon maaf

Presiden Club Membawa Pistol ke Lapangan Memohon maaf

Salonika – Presiden club PAeo Salonika Ivan Savvidis mengungkap penyesalannya sesudah membawa pistol ke lapangan. Dia mohon maaf pada semuanya pihak.

Savvidis buat permainan sepakbola Yunani, bahkan juga dunia, waktu PAOK menjamu AEK Athens di Stadio Toumbas, Senin (3/11/2018). Dia masuk lapangan untuk protes ketentuan wasit.

Yang buat adegan itu yaitu Savvidis yang masuk ke lapangan dengan membawa pistol di pinggangnya. Pria yang mempunyai usaha di bagian tembakau serta media yang pasti buat satu adegan.

Kompetisi sangat terpaksa berhenti. Bukan sekedar itu, pemerintah selekasnya menyebutkan kalau Liga Yunani akan ditangguhkan untuk sesaat karna insiden ini, yang buat sepak bola Yunani terancam sangsi internasional dari UEFA serta FIFA.

Baca Juga : Fiorentina Kembali kenang Astori dalam Game Emosional Pada Benevento

Di website resmi club, Savvidis mengungkap keinginan maafnya. Tapi dia juga mengatakan bila sepakbola di Yunani betul-betul jelek.

” Saya menginginkan mohon maaf pada semuanya pengagum PAOK, orang Yunani serta komune sepak bola dengan global, saya begitu menyesal atas apa yang berlangsung. ” Terang, saya tidak memiliki hak pergi ke lapangan sesuai sama itu, ” kata Savvidis seperti diambil FourFourTwo.

” Reaksi emosional saya yaitu karna kondisi negatif yang umum berlangsung di sepakbola Yunani belakangan ini serta karna semuanya peristiwa non-teknis yg tidak bisa di terima yang berlangsung mendekati akhir kompetisi PAOK-AEK (aksi wasit serta petinggi, masalah kompetisi, memprotes serta lusinan orang dari ke-2 tim masuk ke lapangan. ”

” Semuanya membuat kondisi yang jelek di lapangan serta hanya satu maksud saya yaitu membuat perlindungan beberapa puluh ribu pengagum PAOK dari provokasi, komplikasi serta korban jiwa. ”

” Yakinlah, saya tidak punya maksud mengganggu tim lawan atau wasit, serta sudah pasti saya tidak meneror siapa juga. ”

” Saya berjuang serta selalu berupaya, walau ada serangan terus-menerus yang saya terima di semuanya tingkat, untuk sepak bola yang adil dengan arbitrase jujur ​​di semuanya pertandingan serta untuk memenangi kejuaraan di lapangan serta bukanlah diatas meja hijau. Lagi, saya minta maaf, ” dia menyebutkan.